WAHANANEWS.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut serangan terbaru militer AS terhadap Iran hanya sebagai "love tap" atau peringatan kecil meski aksi saling serang kedua negara kembali memanaskan situasi di Timur Tengah.
Serangan tersebut dilancarkan Amerika Serikat pada Kamis (07/05/2026) sebagai balasan setelah Iran menargetkan kapal perusak AS di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Rutan Sidikalang Tegaskan Komitmen Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Meski ketegangan kembali meningkat, Trump menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran yang berlaku sejak 8 April 2026 masih tetap berjalan.
"Itu hanya love tap (peringatan kecil)," kata Trump kepada Rachel Scott dari ABC News saat ditanya mengenai serangan tersebut.
Ketika ditanya apakah aksi saling serang itu menandakan gencatan senjata telah berakhir, Trump langsung membantahnya.
Baca Juga:
Ngeri! Pangeran Andrew Ditodong Senjata Pria Bertopeng Ninja
"Tidak, tidak, gencatan senjata masih berjalan. Masih berlaku," ujar Trump.
Trump kemudian kembali melontarkan ancaman kepada Iran agar segera menyetujui kesepakatan baru untuk memulai kembali perundingan mengakhiri perang.
"Seperti kami kembali menghajar mereka hari ini, kami akan menghajar mereka jauh lebih keras dan jauh lebih brutal di masa mendatang jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!" tulis Trump di platform Truth Social.