Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri setelah Iran menyerang kapal perang AS yang melintas di Selat Hormuz menuju Teluk Oman.
"Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman," demikian pernyataan CENTCOM.
Baca Juga:
Taufik Hidayat Diburu Polisi, Sayembara Rp250 Juta Diberlakukan di Jabar
CENTCOM juga mengklaim tidak ada aset militer Amerika Serikat yang terkena serangan Iran.
Dalam keterangannya, CENTCOM mengatakan kapal perang USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason diserang menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil oleh pasukan Iran saat melintas di kawasan tersebut.
Sebagai balasan, pasukan AS menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran yang disebut menjadi pusat peluncuran rudal dan drone serta lokasi intelijen dan pengawasan.
Baca Juga:
BUMDes Sitinjo II TA 2025 Merugi Hingga Rp166 Juta
Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memiliki versi berbeda terkait insiden tersebut.
IRGC menyatakan mereka menyerang kapal perang AS sebagai respons atas serangan Amerika terhadap kapal tanker minyak Iran dan wilayah sipil di sepanjang pantai Iran.
Iran juga mengklaim berhasil menghantam kapal perang AS dan menyebabkan kerusakan besar, meski klaim tersebut dibantah oleh pihak CENTCOM.