WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan diplomatik mencuat di antara dua sekutu dekat, Amerika Serikat dan Israel, usai serangan udara Israel di Suriah dan insiden penembakan terhadap gereja Katolik di Gaza.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan langsung menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meminta penjelasan terkait tindakan militer tersebut.
Baca Juga:
Serangan 30 Bom ke Teheran, Trump Umumkan Khamenei Tewas
Menurut pernyataan resmi dari Gedung Putih pada Senin (21/7/2025) malam waktu setempat, Trump merasa "terkejut" atas operasi militer Israel di wilayah Suriah, khususnya di ibu kota Damaskus dan kota Sweida.
Israel berdalih serangan itu dilakukan demi melindungi komunitas suku Druze yang sedang bertikai dengan kelompok Arab Badui.
"Presiden terkejut oleh pemboman di Suriah, begitu pula oleh serangan terhadap sebuah gereja Katolik di Gaza," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam konferensi pers.
Baca Juga:
Trump Tuding Iran Kembangkan Rudal yang Bisa Jangkau Daratan AS
"Dalam kedua kasus tersebut, presiden segera menghubungi perdana menteri untuk mencari penyelesaian," lanjut Leavitt.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Netanyahu berkunjung ke Gedung Putih dalam lawatan ketiganya sepanjang tahun ini.
Meski hubungan Trump dan Netanyahu sebelumnya dikenal dekat, belakangan hubungan keduanya dikabarkan sempat merenggang akibat sikap Netanyahu yang dianggap tidak kooperatif terhadap tekanan AS terkait agresi brutal Israel ke Jalur Gaza.