Namun, Ukraina membantah indikasi tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Maliar mengatakan bahwa indikasi tersebut tidak benar.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu perkuat sinergi dengan UIN STS Jambi melalui penandatanganan MoU
"Informasi ini [Rusia menyimpan pasokan darah] tidak benar. Tujuan dari informasi tersebut hanyalah untuk menyebarkan kepanikan dan ketakutan di tengah masyarakat," ujar Maliar, dalam sebuah unggahan di Facebook.
AS mengatakan bahwa Ukraina telah meremehkan ancaman dengan cara yang salah.
Cara Ukraina dalam merespons dinilai bisa membuat negara tersebut tak siap menghadapi serangan Rusia yang dinilai sangat potensial.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Gandeng Universitas Jambi, Perkuat Ketahanan Nasional dari Ruang Akademik
"Kami memahami posisi sulit [Ukraina]. Presiden Volodymyr elensky berada di bawah tekanan," ujar seorang pejabat Gedung Putih.
Namun, lanjut dia, pada saat yang bersamaan, Presiden Ukraina meremehkan risiko invasi.
Sebagaimana diketahui, ketegangan tengah meningkat antara Ukraina dan Amerika Serikat, seiring dengan adanya penilaian intelijen AS yang mengatakan bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan besar-besaran ke Ukraina.