Dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, Selat Hormuz memiliki posisi strategis yang membuat gangguan sekecil apa pun langsung mengguncang harga energi internasional.
Lonjakan harga energi global dipicu oleh blokade parsial Iran sebelumnya, yang memperketat lalu lintas minyak di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Jebol! Dua Rudal Iran Tembus Pertahanan Israel, Sistem Canggih Dipertanyakan
Sebagai kompensasi, Iran disebut akan memperoleh penghapusan seluruh sanksi ekonomi yang selama ini membebani negaranya.
Akan diberikan pula bantuan pengembangan energi nuklir sipil, termasuk pada fasilitas Bushehr yang sebelumnya disebut menjadi target potensial serangan Israel.
Belum memberikan komentar resmi, Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS memilih bungkam terkait detail proposal tersebut.
Baca Juga:
Bikin BGN Murka Usai Joget di Dapur, Pria Ini Ternyata Kelola 7 Titik SPPG
“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujar Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan terpisah pada hari yang sama, menegaskan optimismenya terhadap jalur diplomasi.
Pernyataan itu muncul setelah AS bersama Israel melancarkan serangan besar pada Jumat (28/2/2026) yang memicu eskalasi konflik terbuka dengan Iran.
Diawali dengan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan operasi militer yang memperluas ketegangan kawasan.