Kehadiran B-52H di Inggris merupakan bagian dari pengerahan kekuatan militer AS di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Pesawat ini merupakan satu dari enam unit B-52 Stratofortress dan 12 unit B-1B Lancer yang ditempatkan di RAF Fairford sejak minggu kedua Maret.
Baca Juga:
Ngeri! Dua Jet Tempur AS Tabrakan di Udara, Empat Pilot Lolos dari Maut
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya telah memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan tersebut.
Selain itu, Inggris juga mengizinkan penggunaan pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia untuk kepentingan defensif selama konflik Iran berlangsung.
Keputusan ini diambil di tengah dinamika hubungan antara Starmer dan Presiden AS Donald Trump terkait sikap terhadap operasi militer di Timur Tengah.
Baca Juga:
Obama Bangga Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Tak Picu Pertumpahan Darah
B-52H Stratofortress dikenal sebagai pesawat pengebom strategis jarak jauh yang mampu membawa senjata nuklir maupun konvensional.
Laporan menyebutkan bahwa pesawat yang beroperasi dari RAF Fairford kini mulai dilengkapi bom pintar GBU-31 sebagai pengganti rudal stand-off AGM-158.
Insiden darurat ini terjadi tak lama setelah jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar KC-135 di Irak barat yang menewaskan enam awak.