Dia juga diduga sebagai narator video perekrutan yang menunjukkan serangan ISIS di Prancis dan Belgia, yang mendesak orang lain untuk mengambil bagian dalam tindakan kekerasan serupa.
Pada Januari 2019, Khalifa ditangkap dalam baku tembak oleh pasukan Suriah yang didominasi Kurdi yang bersekutu dengan Amerika Serikat.
Baca Juga:
2 Teroris Afiliasi JAD dan ISIS Ditangkap Densus 88 di Bima NTB
Dalam sebuah wawancara pada tahun yang sama dengan CBC Kanada dari penjara Suriah, Khalifa tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya.
Dia mengatakan ingin kembali ke Kanada bersama istri dan ketiga anaknya, tetapi dengan syarat dia tidak akan diadili di sana. Namun, pada 2021 dia dipercayakan kepada otoritas Amerika dan akhirnya dipindahkan ke Amerika Serikat. [rsy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.