Konflik di perbatasan Ukraina memanas usia Rusia mengerahkan ratusan ribu pasukan militer ke wilayah tersebut.
Amerika Serikat kemudian menuduh Moskow akan menginvasi Kiev.
Baca Juga:
Ambisi Militer Bripda Rio: Ditolak AS dan Jerman, Berakhir di Medan Donbass Rusia
Moskow membantah tudingan itu. Mereka justru balik menuduh NATO yang harus bertanggung jawab atas konflik ini karena terus memperluas pasukan di perbatasan.
Dunia khawatir dengan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan tersebut.
Beberapa negara seperti Uni Eropa dan Turki terus menggalakan diplomasi untuk meredam konflik dan mencapai kesepakatan damai.
Baca Juga:
Heboh Polisi Aceh Gabung Tentara Rusia, Riwayat Pelanggarannya Terbongkar
Di satu sisi, Rusia juga khawatir Ukraina akan gabung bersama NATO, sehingga memperkuat posisi mereka.
"Coba bayangkan Ukraina merupakan anggota NATO dan memulai operasi militer ini. Apakah kami harus berperang dengan blok NATO? Apakah ada orang yang memikirkan hal ini? Sepertinya tidak," ujar Presiden Rusia, Vladimir Putin, seperti dikutip Reuters.
Putin juga mengatakan Amerika Serikat sengaja memanfaatkan Ukraina demi mengendalikan Rusia. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.