WAHANANEWS.CO, Jakarta - China secara terbuka menuding operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai pemicu utama blokade Selat Hormuz yang kini mengguncang ekonomi global.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Beijing setelah Presiden AS Donald Trump meminta negara-negara importir minyak untuk mengamankan sendiri jalur strategis tersebut.
Baca Juga:
China Tawarkan Energi ke Taiwan, Ada Syarat Besar di Baliknya
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz merupakan konsekuensi langsung dari aksi militer Washington dan Tel Aviv.
"Akar penyebab gangguan navigasi melalui Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal AS dan Israel terhadap Iran," ujar Mao Ning dalam konferensi pers, Kamis (2/4/2026).
Pernyataan ini menjadi respons atas sikap Trump yang mendorong negara-negara terdampak untuk mengambil alih pengamanan jalur perdagangan energi tersebut.
Baca Juga:
Perang Lawan AS-Israel, Diam-diam China Bantu Iran
Selat Hormuz sendiri kini praktis ditutup oleh Iran sebagai bentuk balasan atas serangan yang terjadi di wilayahnya.
“Negara-negara yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus mengambil, melindungi, dan menggunakannya untuk kepentingan sendiri atas jalur lintasan tersebut,” kata Trump.
Di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap penanganan konflik, Trump berupaya meyakinkan bahwa perang akan segera berakhir.