Namun dalam pidato televisinya, ia justru memperingatkan kemungkinan serangan besar dalam dua hingga tiga minggu ke depan yang diklaim akan membawa Iran kembali ke "Zaman Batu".
Trump juga mengancam akan menargetkan infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, jika tidak tercapai kesepakatan.
Baca Juga:
China Tawarkan Energi ke Taiwan, Ada Syarat Besar di Baliknya
"Sarana militer tidak dapat menyelesaikan masalah secara mendasar, dan eskalasi konflik tidak sesuai dengan kepentingan pihak mana pun," tegas Mao Ning.
China menilai pendekatan militer hanya akan memperburuk situasi dan memperpanjang konflik yang sudah berdampak luas.
Sebagai importir utama minyak Iran, China ikut merasakan dampak langsung dari penutupan Selat Hormuz.
Baca Juga:
Perang Lawan AS-Israel, Diam-diam China Bantu Iran
Gangguan distribusi energi global telah memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 40 hingga 50 persen.
Sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, harga minyak mentah Brent melonjak hingga menyentuh 100 dolar AS per barel.
Situasi semakin memburuk setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap instalasi minyak di sejumlah negara Teluk.