Simularity menyatakan bahwa kubah yang nampak
tersebut adalah struktur radar tetap.
Dr Jay Batongbacal, Direktur Institute for Maritime Affairs Law of the
Sea dari Universitas Filipina, mengatakan, infrastruktur baru
menunjukkan bahwa China sedang menggali di Laut Natuna Utara.
Baca Juga:
Wali Kota di Los Angeles Mengaku Jadi Agen China, Terancam 10 Tahun Penjara
"Mereka pada dasarnya menambahkan
peralatan lensa survei. Tampaknya radar sudah ada banyak di terumbu karang,"
ujar Jay.
"Penambahan radar baru tampaknya
menunjukkan bahwa China benar-benar memperluas kemampuan pulau buayan ini," katanya menambahkan.
Tentu peristiwa seperti ini bukan kali
pertama, China memang kerap memicu ketegangan di Mischief Reef.
Baca Juga:
321 WNA Ditangkap Polisi dari Markas Judi Online Internasional Hayam Wuruk
Pada 2016 lalu, Pengadilan Permanen
Arbitrase di Den Haag memutuskan bahwa Mischief Reef berada di zona ekonomi eksklusif Filipina. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.