WahanaNews.co | Turki tidak akan membatalkan pembelian sistem pertahanan anti-rudal S-400 buatan Rusia.
ass="MsoNormal">Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Kamis (17/12/2020), mengatakan akan melakukan pembalasan setelah mengevaluasi sanksi
Amerika Serikat (AS) terkait transaksi tersebut.
Baca Juga:
Ketegangan Asia Barat Memanas, Turki Diversifikasi Rute Minyak dan Gas
AS, pada
Senin (14/12/2020),
menjatuhkan sanksi terhadap Direktorat Industri Pertahanan Turki (SSB),
Direktur SSB Ismail Demir, dan tiga pegawai SSB, terkait pembelian S-400.
Turki menyebut sanksi itu sebagai
"kesalahan besar".
Presiden Turki, Reccep
Tayyip Erdogan, pada Rabu (16/12/2020), mengatakan, sanksi
itu merupakan "serangan" terhadap industri pertahanan Turki.
Baca Juga:
Jet Bisnis Jatuh di Turki, Panglima Militer Libya dan Empat Pejabat Tewas
Menurut Erdogan, sanksi itu
ditakdirkan untuk gagal menghambat kemajuan Turki.
Cavusoglu, saat diwawancarai oleh Kanal 24, mengatakan, Turki tidak akan tunduk terhadap sanksi CAATSA, karena pembelian alat pertahanan itu dilakukan sesuai dengan
aturan undang-undang.
Menlu Turki menambahkan, kebijakan AS merupakan serangan terhadap kedaulatan Turki, dan tidak akan berpengaruh terhadap Ankara.