WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jumlah pasukan militer global ternyata menyimpan kejutan besar, di mana negara dengan pasukan aktif kecil justru bisa mendominasi peringkat dunia berkat kekuatan cadangan dan paramiliter yang masif.
Data GlobalFirepower per Senin (1/3/2026) menunjukkan bahwa kekuatan militer tidak hanya diukur dari pasukan aktif, tetapi juga dari cadangan dan paramiliter, meskipun definisi tiap kategori dapat berbeda di masing-masing negara.
Baca Juga:
Indonesia Takkan Diamkan Ancaman Kemanusiaan Kapal Selam Nuklir
Dominasi Bangladesh di posisi teratas menjadi sorotan karena total personelnya mencapai sekitar 7 juta, meskipun hanya memiliki lebih dari 200.000 pasukan aktif, dengan kekuatan utama berasal dari jaringan paramiliter yang luas.
Vietnam juga menunjukkan pola serupa dengan mengandalkan kombinasi pasukan aktif moderat dan cadangan besar, sehingga total kekuatannya menembus 5,7 juta personel.
Ukraina mencatat lonjakan signifikan dengan total sekitar 5 juta personel sebagai dampak mobilisasi besar-besaran di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.
Baca Juga:
China Ancam Serbu Taiwan, Dampaknya Bisa Lebih Dahsyat dari Perang di Ukraina
India menempati posisi berikutnya dengan total hampir 5 juta personel, didukung oleh kekuatan cadangan yang signifikan untuk menopang pasukan aktifnya.
Korea Selatan memperlihatkan strategi berbasis cadangan dengan total sekitar 3,6 juta personel sebagai respons terhadap dinamika keamanan kawasan.
Rusia dan China tetap menjadi kekuatan utama dengan kombinasi besar antara pasukan aktif dan cadangan, sementara Amerika Serikat mempertahankan posisi dengan total lebih dari 2 juta personel.
Korea Utara juga menonjol dengan total hampir 2 juta personel, mencerminkan fokus jangka panjang terhadap kesiapan militer.
Taiwan, Brasil, Pakistan, dan Filipina menunjukkan pendekatan serupa dengan memperkuat cadangan sebagai penopang utama pertahanan nasional.
Kolombia, Mesir, dan Iran berada di kelompok menengah dengan kombinasi pasukan aktif dan cadangan yang relatif seimbang.
Indonesia tercatat memiliki total sekitar 1,05 juta personel, terdiri dari 405.000 pasukan aktif dan lebih dari 650.000 cadangan serta paramiliter.
Jerman dan Turki menjaga keseimbangan struktur militer mereka dengan total masing-masing di atas 1 juta personel.
Israel berada di posisi ke-20 dengan total sekitar 670.000 personel, namun dikenal memiliki sistem cadangan yang sangat responsif.
Jika hanya melihat jumlah pasukan aktif, peta kekuatan berubah drastis dengan China memimpin sekitar 2 juta personel aktif, disusul India, Rusia, dan Amerika Serikat yang masing-masing memiliki lebih dari 1 juta pasukan.
Perbedaan ini menegaskan bahwa total personel mencerminkan kapasitas mobilisasi jangka panjang, sementara jumlah pasukan aktif menggambarkan kesiapan tempur langsung.
Struktur militer tiap negara menunjukkan variasi strategi yang dipengaruhi kondisi geopolitik kawasan masing-masing.
Korea Selatan dan Taiwan mempertahankan cadangan besar sebagai respons terhadap ketegangan regional yang terus berlangsung.
Di sisi lain, Brasil dan Jerman cenderung menyeimbangkan antara pasukan aktif dan cadangan dalam strategi pertahanan mereka.
Israel menonjol dengan sistem cadangan yang memungkinkan mobilisasi cepat dalam situasi krisis.
Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan militer tidak semata ditentukan oleh jumlah pasukan aktif, tetapi juga oleh kemampuan negara dalam mengelola dan memobilisasi cadangan secara efektif.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]