Namun, sejumlah bank Rusia telah dicoret dari sistem pembayaran internasional, yaitu Swift.
Sistem ini digunakan di seluruh dunia dalam transaksi keuangan sehingga pembayaran ekspor akan lebih sulit.
Baca Juga:
Warganya Diminta Setop Beli Emas, India Jadi Korban Perang AS-Iran
Konsekuensinya, baru-baru ini China mengurangi pembelian barang dari Rusia karena kalangan pedagang kesusahan melakukan transaksi keuangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah berupaya mengembangkan sistem pembayaran alternatif guna mengurangi ketergantungan pada sistem berbasis dollar AS seperti Swift.
Rusia punya System for Transfer of Financial Messages (STFM), sedangkan China punya Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).
Baca Juga:
Wali Kota di Los Angeles Mengaku Jadi Agen China, Terancam 10 Tahun Penjara
Kedua sistem ini beroperasi menggunakan mata uang masing-masing.
Sebuah kajian yang dipublikasikan lembaga Carnegie Moscow Center menilai sistem pembayaran ini "bukanlah alternatif dari Swift".
Pada 2021, hanya satu bank China yang bergabung dengan STFM.