Ia pun meminta agar Indonesia aktif mendesak Israel menghentikan serangan brutal dan mendorong terciptanya gencatan senjata.
Pesan terakhirnya disampaikan dalam bentuk video yang dikirim ke MER-C Indonesia pada 19 Mei 2025.
Baca Juga:
Beirut Selatan Diserang Israel, Satu Tewas dan Puluhan Terluka
Dalam video itu, Marwan mengimbau masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan keselamatan para relawan yang masih bertahan bersamanya di RS Indonesia.
Sementara itu, dari dalam negeri, hasil survei nasional terbaru mencerminkan kemarahan publik terhadap kekejaman Israel.
Mayoritas warga Indonesia menolak keras wacana pembukaan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv, kendati Presiden RI Prabowo Subianto sempat menyatakan keterbukaan tersebut bisa saja dilakukan jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina.
Baca Juga:
Israel Luluhlantakkan Gaza Selama 12 Jam, 109 Warga Palestina Tewas Termasuk 52 Anak
Berdasarkan hasil survei Lembaga Median yang digelar pada 12–18 Juni 2025 terhadap 907 responden dari 38 provinsi, sebanyak 74,9 persen warga menolak normalisasi diplomatik dengan Israel.
Hanya 20,7 persen yang menyetujui dengan prasyarat pengakuan Palestina, dan 0,9 persen mendukung tanpa syarat. Sisanya, 3,5 persen menyatakan ragu-ragu.
“Mayoritas publik tetap konsisten menolak normalisasi hubungan dengan Israel hingga Palestina merdeka,” ujar Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam paparan hasil survei pada Senin (30/6/2025).