Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett, yang beraliran nasionalis diketahui menentang berdirinya negara Palestina. Sedangkan Lapid menyatakan pembukaan kembali Konsulat AS di Yerusalem bisa mengganggu ketenangan pemerintahan Israel. Pada awal September lalu, Lapid menyebutnya sebagai ide buruk.
Namun media-media Israel berspekulasi bahwa Bennett bisa mengalah jika AS menunggu hingga pemerintah Israel mengamankan stabilitas domestik dengan meloloskan anggaran nasional yang sejak lama tertunda, di mana voting ratifikasi akan digelar bulan depan.
Baca Juga:
Serangan Kedua Israel di Beirut, Pejabat Hizbullah Tewas
Saar menepis skenario semacam itu, dengan menyatakan: "Saya ingin memperjelasnya -- kami menentangnya. Kami tidak akan menentangnya sekarang dan ... memiliki pendapat berbeda setelah anggaran. Kami 100 persen menentangnya." [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.