"Rezim Iran juga mencoba untuk memaksakan teror dan tekanan psikologis terhadap AS dan mitra regionalnya guna mencoba memaksa Presiden Donald Trump melakukan kesepakatan gencatan senjata," jelas Carl.
Penurunan Drastis
Baca Juga:
Tanpa Deklarasi, Arab Saudi Bantu Cegat Drone Iran Menuju Israel
Kendati demikian, intensitas serangan Iran dikabarkan mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan drastis. Laksamana Cooper melaporkan bahwa jumlah peluncuran drone Iran telah merosot hingga 83% sejak hari pertama pertempuran, sementara penggunaan rudal balistik turun hingga 90% akibat tekanan militer dari AS dan Israel.
Carl menilai bahwa Teheran kini mulai kesulitan mempertahankan ritme serangan mereka. Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa stok senjata Iran mungkin sudah mulai menipis akibat gempuran balik yang terus-menerus.
“Iran sedang berjuang untuk mempertahankan serangan rudal dan drone-nya, dan itu bisa menjadi lebih sulit dalam beberapa hari ke depan seiring tekanan militer AS dan Israel yang terus berlanjut," tutup Carl.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.