Presiden Trump kemudian mengonfirmasi detail operasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pilot yang diselamatkan adalah seorang kolonel yang sangat dihormati.
"KAMI BERHASIL MENEMUKANNYA! Saudara-saudari sebangsa, selama beberapa jam terakhir, Militer Amerika Serikat telah melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam Sejarah AS, untuk salah satu Perwira Anggota Kru kami yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa ia sekarang SELAMAT dan SEHAT!," ungkap Trump.
Baca Juga:
DPR Soroti UU Hukuman Mati Israel, Dinilai Ancaman Nyata Genosida Palestina
Trump menambahkan bahwa pilot tersebut kini dalam kondisi relatif baik meskipun mengalami luka akibat insiden tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi dari wilayah konflik, kolonel tersebut langsung diterbangkan ke Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Di sisi lain, laporan dari otoritas Iran menyebutkan bahwa setidaknya lima orang tewas dalam serangan yang terjadi di wilayah barat daya Iran selama operasi penyelamatan berlangsung.
Baca Juga:
Kejagung Tarik Kajari Karo, Diduga Ada Intimidasi dalam Kasus Amsal Sitepu
Gubernur provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad menyatakan bahwa korban tewas terjadi akibat serangan di kawasan pegunungan yang dikenal sebagai "gunung hitam" Kohgiluyeh.
Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.