Menurut Nabavian, pemimpin tertinggi Iran sebenarnya menetapkan 11 syarat yang harus dipenuhi sebelum negosiasi dapat dilanjutkan.
Syarat-syarat tersebut mencakup kompensasi dari AS, pengakuan atas hak Iran untuk terus memperkaya uranium, pencabutan sanksi, pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta pengakuan penuh atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Disamakan dengan Yesus, Media Sosial Bereaksi Keras
Nabavian mengEklaim Khamenei secara khusus menekankan posisi Iran atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurutnya, Khamenei menegaskan pentingnya "monopoli Iran atas pengelolaan Selat Hormuz, pemungutan biaya dari kapal-kapal yang melintas, pembatasan terhadap kapal-kapal musuh, serta pengalokasian pendapatan dari biaya tersebut kepada rakyat, keluarga para syuhada, dan para veteran".
Ia juga mengklaim bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya boleh dilakukan apabila Amerika Serikat terlebih dahulu menyetujui pembayaran kompensasi kepada Iran.
Baca Juga:
Penunjukan Mojtaba Pemimpin Iran Bentuk Perlawanan Terbuka, Ini 5 Fakta Kekayaan-Gurita Bisnis
Amerika Serikat memang telah menyetujui pembentukan dana pembangunan senilai US$350 miliar, namun Washington menegaskan tidak akan menjadi penyumbang dana tersebut.
Tuduhan Tim Negosiasi Langgar Instruksi
Nabavian lebih jauh mengeklaim bahwa Khamenei pernah mengirim pesan kepada tim negosiasi yang berisi kritik keras terhadap hasil pembicaraan sebelumnya.