Menurut Nabavian, isi pesan itu berbunyi: "Apa yang disepakati dalam perundingan Pakistan sama sekali berbeda dari apa yang seharusnya terjadi dan merupakan syarat legitimasi perundingan tersebut, sehingga perundingan harus dihentikan."
Pernyataan itu merujuk pada pembicaraan di Islamabad yang dalam praktiknya memang membahas sejumlah aspek program nuklir Iran. Setelah wawancara televisi dihentikan, Nabavian melanjutkan argumentasinya melalui saluran Telegram miliknya.
Baca Juga:
Trump Disamakan dengan Yesus, Media Sosial Bereaksi Keras
Ia membantah telah membocorkan dokumen rahasia dan menegaskan dirinya hanya menyampaikan fakta kepada publik. Menurut Nabavian, berdasarkan nota kesepahaman yang sebelumnya telah disusun, terdapat empat syarat utama yang harus dilaksanakan sebelum perundingan resmi dimulai.
Empat poin tersebut adalah berakhirnya pendudukan di Lebanon dan penarikan penuh, pembukaan blokir dana Iran oleh AS, pencabutan blokade, dan pencabutan sementara sanksi.
Ia kemudian mempertanyakan apakah keempat syarat tersebut benar-benar telah dipenuhi sebelum pejabat Kementerian Luar Negeri Iran berangkat ke Jenewa untuk melakukan negosiasi. Nabavian juga mempertanyakan mengapa masyarakat tidak diberi tahu mengenai arahan yang menurutnya berasal langsung dari pemimpin tertinggi Iran.
Baca Juga:
Penunjukan Mojtaba Pemimpin Iran Bentuk Perlawanan Terbuka, Ini 5 Fakta Kekayaan-Gurita Bisnis
"Apakah itu berarti rakyat tidak boleh mengetahui apa perintah imam dan mengapa para pelaksana mengabaikannya?" katanya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.