WahanaNews.co | Presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan, saat ini Turki sedang berperang untuk kemerdekaan ekonomi negaranya.
"Kita melihat permainan yang dimainkan oleh mereka atas mata uang, bunga dan kenaikan harga ... dan menunjukkan keinginan kita untuk melanjutkan rencana permainan kita sendiri," katanya, dikutip AFP, dikutip Sabtu (27/11/2021) lalu.
Baca Juga:
Indonesia dan Turki Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekspor Komoditas Pertanian
"Kita akan muncul sebagai pemenang dari 'perang kemerdekaan ekonomi' ini dengan bantuan Allah dan rakyat," tambahnya.
Demi hal ini, Erdogan mengambil kebijakan agresif dengan mendukung bank sentralnya, Türkiye Cumhuriyet Merkez Bankası (TCMB) dalam memangkas suku bunga, padahal inflasi sedang tinggi.
Asal Bapak Erdogan Senang! Tapi Turki Jadi Krisis Mata Uang
Baca Juga:
Trump Tegaskan Warga Palestina yang Pergi dari Gaza Tak Bisa Kembali
TCMB kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis poin menjadi 15% Kamis pekan kemarin. Akibatnya, kurs lira makin merosot melawan dolar Amerika Serikat (AS).
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sahap Kavcioglu, TCMB sudah memangkas suku bunga sebesar 400 basis poin sejak September lalu ke 15%, padahal inflasi di Turki kini nyaris 20%. Alhasil, ketika suku bunga lebih rendah dari inflasi, mata uang pun terpuruk.
Akibatnya krisis mata uang lagi-lagi melanda Turki. Kurs lira sempat jeblok lebih dari 18% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke 13,491/US$ yang merupakan level terlemah sepanjang sejarah per Selasa (25/11/2021) lali.