Sebagai bagian dari kesepakatan yang dibahas, Iran juga berpeluang memperoleh sejumlah bentuk keringanan sanksi dari Washington serta pencairan aset yang sebelumnya dibekukan.
"Tentu saja, kita percaya bahwa kita masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya kita," imbuh Ghalibaf.
Baca Juga:
Gelombang Panas Eropa, 2 Anak di Prancis Tewas Dalam Mobil
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Ghalibaf sempat melakukan kunjungan ke Oman yang merupakan negara tetangga sekaligus berbagi wilayah perairan Selat Hormuz.
Sebelumnya, jalur pelayaran vital tersebut sempat ditutup Iran pada awal konflik yang terjadi di kawasan.
Selat Hormuz kemudian dibuka kembali pekan lalu setelah tercapainya kesepakatan awal antara Teheran dan Washington.
Baca Juga:
Pengakuan Mengejutkan Kakek Pembacok Tetangga: Saya Lihat Genderuwo
Namun, Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026) sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Usai pertemuan di Swiss, Teheran dan Washington kembali mencapai kesepahaman untuk membangun jalur komunikasi guna mencegah insiden maupun kesalahpahaman yang dapat mengganggu keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Jalur pelayaran tersebut memiliki peran strategis karena menjadi lintasan bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.