Diberitakan The Middle East Eye, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto segera mengerahkan kapal fregat menuju lokasi untuk memberikan perlindungan.
Ia menegaskan, pelaku serangan masih belum teridentifikasi, namun operasi pengawalan itu masuk dalam misi keamanan laut Italia bernama Mare Sicuro.
Baca Juga:
Bakti TNI AD Untuk Rakyat, Danrem 042/Gapu Resmikan Karya Bakti Skala Besar di Sarolangun
Delegasi Italia yang ikut dalam armada kemanusiaan menyebut langkah pemerintah merupakan respons atas meningkatnya tekanan publik dan solidaritas internasional.
Namun, mereka menilai perlindungan dari kapal perang saja belum cukup. Menurut mereka, yang lebih mendesak adalah menjamin keselamatan dan hak hidup rakyat Palestina di Gaza.
Serangan bukan hanya sekali terjadi. Pada awal September 2025, GSF juga menjadi sasaran drone saat bersandar di Tunisia.
Baca Juga:
Polda Jambi Tanam Pohon dalam Road to Presisi Merdeka Run 2026, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Tunisia mengecam insiden tersebut sebagai aksi yang disengaja. Israel sendiri hingga kini tidak memberikan konfirmasi maupun penjelasan terkait tudingan tersebut.
Seorang anggota parlemen asal Polandia mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 13 serangan terhadap 10 kapal dalam armada, dengan tiga kapal di antaranya mengalami kerusakan serius.
Situasi tersebut memicu keprihatinan mendalam di berbagai negara Eropa.