Angka tersebut turun dari kisaran 34 hingga 36 persen pada Januari dan Februari serta lebih rendah dibanding capaian terendah mantan Presiden Joe Biden di angka 32 persen.
Sejak pertengahan Februari sebelum konflik memanas, penilaian publik terhadap Trump dalam isu biaya hidup merosot dari minus 31 menjadi minus 41.
Baca Juga:
Elon Musk Serukan Pemakzulan Trump! Drama Politik AS Makin Panas
Untuk isu inflasi dan kenaikan harga, penilaiannya turun lebih dalam dari minus 33 menjadi minus 45.
Penurunan paling mencolok justru terjadi di basis pemilih Partai Republik sendiri.
Sebanyak 34 persen pemilih Republik kini tidak setuju dengan kinerja Trump terkait biaya hidup, naik dari sebelumnya 27 persen.
Baca Juga:
Dolar Tersingkir, 93% Transaksi EAEU Kini Gunakan Mata Uang Lokal
Sementara ketidaksetujuan terhadap penanganan inflasi melonjak dari 28 persen menjadi 40 persen.
Survei lain memang tidak selalu menunjukkan penurunan drastis, tetapi memberikan sinyal kuat bahwa perang dengan Iran memperburuk persepsi publik terhadap kondisi ekonomi.
Survei AP-NORC mencatat 45 persen warga Amerika merasa sangat atau cukup khawatir tidak mampu membeli bahan bakar dalam beberapa bulan ke depan.