Masalah lain yang mencuat adalah persepsi bahwa Trump terlalu fokus pada isu luar negeri.
Sebelum perang, 45 persen warga Amerika menilai Trump terlalu fokus pada urusan internasional, namun kini angka itu melonjak menjadi 58 persen.
Baca Juga:
Rupiah Melemah, Arnod Sihite Soroti Ketergantungan Impor: Devisa Negara Terus Terkuras
Di kalangan independen, angkanya meningkat dari 52 persen menjadi 66 persen.
Sementara di kalangan pemilih Republik sendiri, persepsi tersebut naik dari 19 persen menjadi 29 persen.
Kondisi ini semakin memperburuk posisi Trump dalam isu ekonomi yang sejak awal sudah menjadi titik lemahnya.
Baca Juga:
Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Berbeda dengan Biden yang dikritik karena kurang fokus pada inflasi, Trump justru mengambil langkah yang dinilai berkontribusi langsung terhadap kenaikan harga.
Bahkan jika konflik berakhir dan jalur energi global kembali normal, dampaknya diperkirakan masih akan dirasakan dalam beberapa bulan ke depan.
Survei awal juga menunjukkan publik Amerika sangat khawatir terhadap dampak perang terhadap kehidupan sehari-hari mereka.