Sebanyak 67 persen responden juga menilai pemerintah harus memprioritaskan pencegahan kenaikan harga minyak dan gas.
Bahkan menjaga stabilitas harga energi dinilai lebih penting dibanding mencegah ancaman Iran terhadap Israel maupun upaya mengganti pemerintahan Iran.
Baca Juga:
Perang di Timur Tengah Makin Tak Terkendali, AS Rancang Serangan Darat ke Iran
Survei CBS News-YouGov menunjukkan 63 persen warga Amerika percaya perang akan memperburuk kondisi ekonomi dalam jangka pendek.
Hanya 15 persen yang optimistis ekonomi akan membaik akibat konflik tersebut.
Dalam jangka panjang, mayoritas publik tetap memprediksi kondisi ekonomi akan melemah.
Baca Juga:
Trump Pertanyakan Dugaan Penggunaan Narkoba oleh Elon Musk
Sebanyak 58 persen responden memperkirakan harga minyak dan gas akan terus meningkat, sementara hanya 27 persen yang memperkirakan akan turun.
Trump sendiri meyakini perang dapat menurunkan harga minyak dalam jangka panjang dan meminta publik menerima kenaikan harga sementara.
Namun dua pertiga responden menolak gagasan tersebut dan tidak bersedia membayar bahan bakar lebih mahal selama konflik berlangsung.