WAHANANEWS.CO, Jakarta - Setelah lebih dari satu dekade dikembangkan, Korea Selatan akhirnya merampungkan proyek jet tempur KF-21 Boramae yang juga melibatkan Indonesia sebagai mitra strategis, membuka jalan bagi produksi massal pesawat tempur generasi 4,5 tersebut untuk memperkuat kekuatan udara Negeri Ginseng.
Penyelesaian pengembangan KF-21 Boramae diumumkan secara resmi pada Rabu (29/7/2026), sekaligus menandai berakhirnya salah satu proyek pertahanan terbesar Korea Selatan.
Baca Juga:
Temuan Baru Peneliti Korea, Bikin Mobil Bensin Bisa Tamat!
Indonesia menjadi salah satu mitra utama dalam program tersebut melalui skema pembagian biaya pengembangan sebagai imbalan atas transfer teknologi, prototipe, serta berbagai manfaat kerja sama lainnya.
Jet tempur generasi 4,5 itu kini siap memasuki tahap produksi massal guna memperkuat Angkatan Udara Korea Selatan.
Unit produksi pertama dijadwalkan mulai diserahkan kepada Angkatan Udara Korea Selatan pada September 2026.
Baca Juga:
Militer Korsel Tahan Tentara Korut yang Menerobos Zona Perbatasan Ketat
Seremoni penyelesaian proyek digelar Badan Pengadaan Program Pertahanan Korea Selatan atau Defense Acquisition Program Administration (DAPA) di kantor pusat Korea Aerospace Industries (KAI), Sacheon, sekitar 300 kilometer di selatan Seoul.
Program pengembangan senilai 8,8 triliun won atau sekitar Rp109 triliun tersebut secara resmi dimulai pada 2015 untuk menggantikan armada pesawat tempur F-4 dan F-5 buatan Amerika Serikat yang telah memasuki usia tua.
Meski demikian, gagasan membangun jet tempur nasional sebenarnya telah diperkenalkan sejak Agustus 2001 oleh Presiden Korea Selatan saat itu, Kim Dae-jung.