Sejak awal proyek dimulai, Indonesia berpartisipasi sebagai mitra pengembangan melalui skema pembagian biaya yang memberikan hak atas transfer teknologi, prototipe, dan manfaat kerja sama lainnya.
Dalam kerja sama tersebut, varian yang disiapkan untuk Indonesia dikenal dengan nama KF-21/IF-X.
Baca Juga:
Temuan Baru Peneliti Korea, Bikin Mobil Bensin Bisa Tamat!
DAPA menargetkan pengiriman unit produksi pertama kepada Angkatan Udara Korea Selatan pada September 2026.
Sebanyak 40 unit tahap awal yang difokuskan pada kemampuan tempur udara-ke-udara dijadwalkan diserahkan hingga 2028.
Setelah itu, Korea Selatan akan memproduksi tambahan 80 unit dengan kemampuan lebih lengkap, termasuk misi udara-ke-darat dan udara-ke-laut, sehingga total 120 unit ditargetkan beroperasi pada 2032.
Baca Juga:
Militer Korsel Tahan Tentara Korut yang Menerobos Zona Perbatasan Ketat
Rampungnya proyek KF-21 juga menjadikan Korea Selatan sebagai negara kedelapan di dunia yang mampu mengembangkan jet tempur supersonik generasi 4,5 atau lebih secara mandiri.
KF-21 memiliki kecepatan maksimum Mach 1,81 atau sekitar 2.200 kilometer per jam dengan jangkauan terbang hingga 2.900 kilometer.
Pesawat tersebut mampu membawa persenjataan seberat 7,7 ton dan dirancang agar dapat ditingkatkan menjadi lebih siluman melalui pengembangan teknologi pada masa mendatang.