Tahap pengembangan penuh dimulai pada Desember 2015 sebelum prototipe pertama KF-21 diperkenalkan kepada publik pada April 2021.
Pada Maret 2026, unit produksi massal pertama berhasil dirakit.
Baca Juga:
Temuan Baru Peneliti Korea, Bikin Mobil Bensin Bisa Tamat!
Selanjutnya, pada Mei 2026, KF-21 dinyatakan lulus uji kelayakan tempur sebagai tahapan akhir sebelum memasuki fase produksi massal.
Selama proses pengembangan, enam prototipe KF-21 menjalani lebih dari 1.600 penerbangan uji dalam kurun waktu sekitar 42 bulan tanpa mengalami satu pun kecelakaan.
Menurut DAPA, seluruh persyaratan performa operasional berhasil dipenuhi sehingga pesawat dinyatakan layak memasuki tahap operasional.
Baca Juga:
Militer Korsel Tahan Tentara Korut yang Menerobos Zona Perbatasan Ketat
"Keberhasilan KF-21 merupakan pencapaian luar biasa yang dimungkinkan berkat darah dan keringat para teknisi, serta dukungan masyarakat yang percaya pada kemampuan teknologi kami," kata Menteri DAPA Lee Yong-cheol.
Ia menambahkan pemerintah Korea Selatan akan terus mempromosikan kemampuan KF-21 sekaligus memperkuat sistem pertahanan nasional melalui kemandirian teknologi.
Dalam seremoni penyelesaian proyek tersebut, pejabat Kementerian Pertahanan Republik Indonesia turut hadir bersama perwakilan DAPA, Badan Pengembangan Pertahanan, dan industri dirgantara Korea Selatan.