Di tengah eskalasi tersebut, Amerika Serikat juga melancarkan serangan udara yang menghancurkan jembatan tertinggi di Iran pada Kamis (2/4/2025).
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melumpuhkan Iran secara total jika tidak segera bernegosiasi.
Baca Juga:
Trump: Perang Iran Akan Segera Diakhir
“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah digunakan lagi—Masih banyak lagi yang akan menyusul, SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK AKAN ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA YANG HEBAT!” tulis Trump.
Rekaman yang diunggah Trump memperlihatkan kepulan asap tebal dari jembatan B1 di Karaj yang berlokasi sekitar 35 kilometer barat daya Teheran.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut dilakukan dalam dua gelombang oleh pasukan Amerika dan Israel yang menargetkan lokasi yang sama.
Baca Juga:
Ramai Negara NATO Tolak Bantu AS di Perang Iran
“Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj,” demikian laporan televisi pemerintah Iran.
Disebutkan bahwa serangan awal menyebabkan korban sipil, sementara serangan berikutnya terjadi saat tim penyelamat berada di lokasi untuk membantu korban.
Fars News Agency melaporkan sedikitnya delapan orang tewas dan 95 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.