Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani secara elektronik pada pekan lalu sebagai langkah untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Dalam isi kesepakatan itu, Amerika Serikat menyetujui pencabutan blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Baca Juga:
Trump: Jika Iran Tak Patuh, Kami Akan Kembali Menyerang
Sebagai imbal balik, pemerintah Iran berkomitmen untuk memulihkan dan menjamin kelancaran lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, termasuk memberikan kepastian keamanan bagi kapal-kapal yang melintas.
Sebelumnya, laporan Anadolu menyebutkan bahwa jumlah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz meningkat tajam dan mencapai level tertinggi sejak awal Juni.
Kenaikan tersebut terjadi setelah implementasi awal kesepakatan antara kedua negara mulai dijalankan.
Baca Juga:
Usai Deal Perang Iran Ketiban ‘Durian Runtuh’, Eropa Siap Lakukan Ini!
Sebagai bagian dari tindak lanjut kesepakatan, Iran dan Amerika Serikat juga menggelar perundingan teknis yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar di Swiss pada 21 Juni.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan mekanisme pelaksanaan MoU Islamabad agar seluruh poin yang telah disepakati dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Selat Hormuz sendiri memiliki peran strategis dalam perdagangan dunia. Jalur perairan ini menjadi pintu utama bagi ekspor minyak dan gas dari negara-negara kawasan Teluk menuju berbagai pasar internasional.