Dalam menghadapi situasi tersebut, pemerintah Iran juga mengklaim telah melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor pemicu aksi protes, khususnya yang berkaitan dengan persoalan ekonomi dan sosial.
Sejumlah langkah konkret pun dimasukkan ke dalam agenda kebijakan nasional, termasuk pemberian bantuan darurat bagi kelompok masyarakat yang paling terdampak.
Baca Juga:
Isu Hukum Mati Pengunjuk Rasa Dibantah Otoritas Pengadilan Iran
“Dan dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja dan serikat pasar. Yaitu, untuk mengurangi tekanan biaya hidup dan memulai reformasi ekonomi,” ucap Dubes Iran.
Boroujerdi menjelaskan bahwa demonstrasi yang terjadi pada Minggu sebelumnya dipicu oleh fluktuasi nilai tukar mata uang yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.
Para peserta aksi berasal dari kalangan serikat pekerja dan pelaku ekonomi, termasuk pengusaha dan pedagang yang beraktivitas di Teheran.
Baca Juga:
Sinyal Perang Menguat, Kapal Induk AS Menuju Timur Tengah
“Unjuk rasa itu diadakan dengan motif mata pencaharian dan sebagai reaksi dampak negatif fluktuasi mata uang terhadap kegiatan bisnis dan daya beli. Tuntutan utama mereka adalah untuk mengembalikan stabilitas pasar dan menerapkan langkahlangkah ekonomi yang efektif,” kata Boroujerdi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sejak awal aksi tersebut bersifat terbuka untuk umum, berlangsung secara damai, serta berfokus pada aspirasi ekonomi dan ketenagakerjaan.
Para demonstran, kata dia, berupaya menyampaikan tuntutan mereka dengan tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.