Menurut klaim IDF, satu serangan menghantam tiga pejuang Palestina di Gaza tengah saat mereka sedang menanam bahan peledak.
"Adapun serangan lainnya dari Israel menargetkan beberapa pejuang di Rafah, di Gaza selatan," kata pernyataan IDF dilansir RNTV.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Militer Israel telah melancarkan serangan hampir setiap hari di Gaza, meskipun gencatan senjata yang mulai berlaku pada tanggal 19 Januari sebagian besar masih berlaku, dengan Israel dan Hamas menahan diri untuk tidak kembali berperang habis-habisan.
Pada hari Sabtu, serangan di kota Beit Lahia di Gaza utara menewaskan sembilan orang, termasuk empat wartawan Palestina, kata badan pertahanan sipil wilayah itu, dalam serangan paling mematikan di satu lokasi sejak 19 Januari.
Hamas mengutuk serangan hari Sabtu sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata".
Baca Juga:
Prabowo Optimistis Bantuan ke Gaza Meningkat, Tegaskan Komitmen Perdamaian Dua Negara
Militer Israel mengklaim serangan tersebut mengenai “sel teroris”, dan menambahkan bahwa para pejuang Palestina mengoperasikan pesawat tanpa awak yang dimaksudkan untuk melakukan “serangan” terhadap pasukannya.
Krisis Gaza Memburuk
Organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Palestina semakin waspada terhadap blokade dan pembatasan baru yang diterapkan Israel.