Kondisi itu membuat Israel menilai kesepakatan AS-Iran belum sepenuhnya menjawab kebutuhan keamanan strategis Tel Aviv.
Pemerintah Israel juga menaruh perhatian besar terhadap kemungkinan pembukaan kembali akses ekonomi Iran jika sanksi dilonggarkan.
Baca Juga:
Gaza Kembali Digempur Militer Israel, Dua Pejabat Tinggi Pertahanan Hamas Tewas
Bagi Israel, peningkatan kapasitas ekonomi Iran dapat berimbas langsung pada kemampuan Teheran mendukung kelompok proksi di Timur Tengah.
Dalam aspek keamanan regional, kerangka kesepakatan itu disebut turut memuat penghentian operasi militer di sejumlah wilayah konflik, termasuk Lebanon.
Apabila ketentuan tersebut diterapkan, ruang gerak militer Israel terhadap Hizbullah berpotensi ikut terdampak.
Baca Juga:
Muncul 'Kampung Israel' Johor, Anwar Ibrahim: MalaysiaTidak Mengakui Negara Israel
Hizbullah selama ini menjadi salah satu aktor utama dalam konflik lintas perbatasan di wilayah utara Israel.
Netanyahu menegaskan Israel tetap akan menjaga kebebasan bertindak dalam menghadapi setiap ancaman keamanan.
Pernyataan itu muncul setelah Israel disebut masih menjalankan operasi militer di Lebanon sebagai respons terhadap ancaman terhadap pasukan Israel.