Kritik itu antara lain berkaitan dengan pendekatan Israel dalam konflik regional yang dinilai dapat memperumit proses negosiasi.
Situasi tersebut memperlihatkan hubungan Washington dan Tel Aviv tidak sepenuhnya mulus dalam periode diplomasi AS-Iran.
Baca Juga:
Iran Bakal Serang Perusahaan Elon Musk di Timur Tengah, Upaya Balas Dendam
Pengamat Middle East-America Dialogue, Yaakov Katz, menilai perkembangan ini menunjukkan perubahan dalam relasi strategis Israel dan Amerika Serikat terkait isu Iran.
Menurut Katz, Israel kini menghadapi kenyataan bahwa dukungan penuh Washington dalam isu Iran tidak lagi dapat dianggap otomatis.
Perubahan ini menjadi tantangan serius bagi Netanyahu yang selama bertahun-tahun menempatkan Iran sebagai ancaman utama keamanan nasional Israel.
Baca Juga:
Tangis Ayah Pecah di Hebron, Bayi Palestina Tewas Setelah Tentara Israel Lepaskan Tembakan
Di sisi lain, Amerika Serikat tampak berupaya menjaga ruang diplomasi agar kesepakatan dengan Iran tidak runtuh sebelum masuk tahap final.
Namun sejumlah aspek teknis dan keamanan yang belum selesai masih menjadi titik rawan dalam proses tersebut.
Isu stok uranium, pengayaan nuklir, rudal balistik, dukungan terhadap kelompok proksi, hingga operasi militer di Lebanon masih menjadi bagian dari perdebatan besar.