"Ya, status ibu kota negara memang akan berpindah ke Nusantara, namun pusat gravitasi ekonomi Jakarta tidak ikut berpindah," jelas Chris.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Jakarta masih dipandang sebagai pusat ekonomi utama Indonesia meskipun status ibu kota negara akan bergeser.
Baca Juga:
Selebgram Adam Deni Ditahan, Diduga Bawa Airsoftgun dan Rusak Ruko di Cilincing
Menurut Chris, kekuatan utama Jakarta berada pada aspek lovability atau daya tarik kota.
Dalam kategori lovability, Jakarta tercatat menempati peringkat ke-28 dunia atau jauh lebih tinggi dibandingkan peringkat keseluruhannya.
Daya tarik Jakarta dinilai menguat berkat keberadaan kawasan wisata dan ruang publik yang semakin fotogenik.
Baca Juga:
Bocah 9 Tahun di Batam Dianiaya Ibu Tiri, Terungkap Usai Ayah Minta Donasi
Sejumlah kawasan seperti Kota Tua yang telah direvitalisasi, area rooftop di SCBD, serta kawasan tepi laut Pantai Indah Kapuk atau PIK menjadi bagian dari daya tarik tersebut.
Berbagai festival, pusat hiburan, dan destinasi keluarga juga ikut memperkuat posisi Jakarta dalam penilaian global.
Faktor tersebut membuat Jakarta masuk 10 besar dunia untuk kategori Shopping dan Family-Friendly Attractions.