Menurutnya, proyek bersama
KF-X/IF-X senilai 7,5 triliun won Korea itu menunjukkan komitmen kerjasama
serta kedekatan Indonesia-Korsel.
"Kehadiran Pak Prabowo
saat peluncuran prototipe di Korsel menunjukkan tekad Indonesia melanjutkan
proyek ini, dan kerjasama pertahanan secara lebih luas dengan Korsel,"
ujar Santo.
Baca Juga:
TNI AL Siapkan 500 Pelaut untuk Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Santo menganggap kemitraan
strategis khusus antara Istana Negara dan Istana Kepresidenan Korsel, Cheongwadae, "sangat spesial tidak
hanya dalam kerja sama ekonomi tapi lebih luas dari itu."
Selain proyek KF-X/IF-X, TNI
Angkatan Laut juga sudah mendapat tiga unit kapal selam hasil kerjasama PT PAL
Indonesia dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea
Selatan.
Tiga unit kapal selam itu
adalah KRI Nagapasa-403 (dibangun di Korsel dengan tenaga kerja dari Daewoo),
KRI Ardadedali-404 (dibangun di Korsel dengan bantuan tenaga kerja dari PT
PAL), dan Alugoro-405 (diproduksi di Surabaya).
Baca Juga:
TNI AL Uji Tembak Perdana Meriam 127 Mm, KRI Prabu Siliwangi Siap Masuk Lini Tempur
Ujud Kemesraan 2 Presiden
Head of Center for
ASEAN-India Studies, Korea National
Diplomatic Academy (KNDA), Profesor Wongi Choe, menilai, Korea Selatan dan
Indonesia terus menunjukkan kemesraannya, terutama di era pemerintahan Presiden
Moon Jae-in dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.