“Kami sangat terkejut kehilangan ayah, pasangan, saudara, paman, dan anak yang luar biasa ini,” kata pihak keluarga, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Keluarga menilai tekanan publik yang dialami Arday telah bergerak terlalu jauh dan memberikan beban berat kepadanya.
Baca Juga:
Semarakkan Gebyar HUT RI ke-81, Kelurahan Kuta Gambir Berkolaborasi dengan Karang taruna
“Disinformasi itu terlalu berat bagi Jason, yang merupakan pria lembut dan selalu ingin melihat sisi terbaik dari setiap orang,” ujar pihak keluarga.
Mereka juga menyebut Arday selama tiga tahun terakhir menjadi sasaran pelecehan berkelanjutan dari pihak-pihak yang dinilai berusaha meruntuhkan reputasinya.
Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi seorang pria berusia 41 tahun dinyatakan meninggal dunia di Battersea tanpa mengungkap identitasnya.
Baca Juga:
VOPUTSI Juara 1 Turnamen Volly HIPPTIS CUP ll
“Saat ini kematiannya diperlakukan sebagai kematian yang tidak terduga, tetapi tidak diyakini mencurigakan,” kata pihak kepolisian.
Universitas Cambridge turut menyampaikan belasungkawa atas kabar meninggalnya Arday.
Wakil Rektor Universitas Cambridge Deborah Prentice mengaku sangat berduka setelah sebelumnya mengumumkan bahwa universitas akan menyelidiki proses perekrutan Arday.