“Simpati terdalam kami sampaikan kepada keluarga dan teman-teman Jason Arday pada masa yang sangat sulit ini,” ujar Prentice.
Arday sebelumnya mengundurkan diri sebagai profesor sosiologi pendidikan di Universitas Cambridge setelah kontroversi mengenai rekam jejak akademiknya terus berkembang.
Baca Juga:
Semarakkan Gebyar HUT RI ke-81, Kelurahan Kuta Gambir Berkolaborasi dengan Karang taruna
Dalam surat pengunduran dirinya, Arday mengungkapkan bahwa tekanan berkepanjangan telah memberikan dampak besar terhadap dirinya dan orang-orang terdekatnya.
“Tuduhan, spekulasi, dan komentar publik yang tak henti-hentinya telah memberikan dampak yang sangat mendalam bagi saya dan orang-orang yang saya cintai,” tulis Arday.
Ia menyatakan keputusannya meninggalkan Cambridge tidak boleh dianggap sebagai pengakuan terhadap berbagai tuduhan yang berkembang mengenai dirinya.
Baca Juga:
VOPUTSI Juara 1 Turnamen Volly HIPPTIS CUP ll
Arday membantah tuduhan plagiarisme meskipun mengakui terdapat sejumlah kesalahan dalam proses penyusunan disertasinya.
Sejumlah pendukung Arday yang terdiri atas puluhan akademisi dan politisi menilai tuduhan plagiarisme terhadapnya sebagai kampanye yang bertujuan merusak reputasinya.
Mereka juga berpandangan kontroversi tersebut berpotensi berdampak terhadap akademisi kulit hitam yang menduduki posisi berpengaruh.