WAHANANEWS.CO - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memuji tentaranya yang memilih bunuh diri daripada tertangkap pasukan Ukraina, dan menyebut mereka sebagai pahlawan.
Pernyataan itu disampaikan Kim saat pidato dalam upacara penghormatan bagi para prajurit Korea Utara di hadapan keluarga mereka.
Baca Juga:
Andre Taulany Ogah Komentar soal Erin Dilaporkan Dugaan Aniaya ART
"Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerbu di garis depan pertempuran," kata Kim Jong Un dalam laporan kantor berita KCNA yang dikutip Reuters, Kamis (30/4/2026).
Kim juga menyebut tentara yang selamat tetap layak disebut patriot karena telah berjuang di medan perang.
"Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara, daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang hancur oleh peluru dan bom, mereka pun bisa disebut pejuang dan patriot setia partai," ujar dia.
Baca Juga:
Tren Wisata Berubah, Kini Bukan Banyak Tempat tapi Makna Perjalanan
Korea Utara diketahui mengirim sekitar 14.000 tentara untuk membantu Rusia dalam invasi ke Ukraina.
Intelijen Korea Selatan dan sejumlah negara Barat melaporkan sedikitnya 6.000 tentara Korea Utara tewas dalam konflik tersebut.
Laporan intelijen dan kesaksian pembelot menyebut banyak tentara Korea Utara lebih memilih meledakkan diri atau bunuh diri dengan cara lain daripada ditangkap pasukan Ukraina.