WahanaNews.co | Situasi politik di Irak semakin berkecamuk.
Ulama sekaligus pemimpin Syiah terkemuka, Muqtada al-Sadr, mengumumkan akan mengundurkan diri dari dunia politik untuk selamanya pada Senin (29/8/2022).
Baca Juga:
Irak Pangkas Produksi Minyak Usai Iran Tutup Selat Hormuz
“Dengan ini saya mengumumkan penarikan diri saya yang terakhir,” kata al-Sadr.
Pernyataan itu ia sampaikan di Twitter, menyusul 10 bulan sejak pemerintahan Irak tidak dijalankan oleh pemimpin terpilih.
Situasi tersebut mengakibatkan terjadinya protes berkepanjangan oleh para pendukung al-Sadr yang menyerukan digelarnya pemilihan umum lebih awal serta pembubaran parlemen Irak.
Baca Juga:
Krisis Air Melanda Sungai Tigris, Warisan Peradaban Dunia Terancam Hilang
Dalam cuitannya itu, al-Sadr menambahkan semua institusi berkaitan dengan gerakan Islam nasionalis yang ia pimpin dan diikuti oleh jutaan umat Syiah di Irak, Sadrist, akan ditutup.
Semua ini terkecuali monumen makam ayahnya yang dibunuh pada 1999 serta situs warisan lainnya.