"Pada Selasa (7/4/2025), diumumkan oleh Trump kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran."
Kesepakatan ini kemudian diikuti pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut bahwa jalur vital energi dunia akan kembali dibuka.
Baca Juga:
Pimpinan Hizbullah Dikabarkan Tewas, Israel Hantam Hizbullah di Tengah Gencatan Senjata
"Kata Araghchi, Selat Hormuz—yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global—akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata."
Pembukaan kembali jalur strategis tersebut menjadi kabar penting bagi pasar global, mengingat sebelumnya Iran sempat membatasi lalu lintas di kawasan tersebut sebagai respons atas eskalasi militer.
Konflik ini sendiri bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Jumat (28/2/2025), yang kemudian dibalas dengan serangan Iran ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Baca Juga:
Gencatan Senjata Baru Seumur Jagung, Israel Serang Beirut hinggaTewaskan 112 Orang
Aksi saling serang tersebut memperparah situasi dengan membatasi pergerakan di Selat Hormuz, yang berujung pada terganggunya pasokan energi global serta melonjaknya harga minyak dan gas di pasar internasional.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.