“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat,” sambungnya.
Secara formal, Presiden Amerika Serikat sebenarnya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan nasib partisipasi Iran karena keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Baca Juga:
Trump Tuding Iran Kembangkan Rudal yang Bisa Jangkau Daratan AS
Meski demikian, pakar geopolitik Profesor Simon Chadwick menilai bahwa pengaruh politik tetap bisa muncul dalam bentuk tekanan diplomatik terhadap pihak penyelenggara.
“Tetapi dalam praktiknya, dan terutama mengingat hubungannya dengan Infantino, mungkin ada tekanan diplomatik dan langkah-langkah nyata yang diterapkan oleh pemerintah di Washington DC yang pada akhirnya mengarah pada hasil yang lebih menguntungkan bagi pemerintahan AS,” jelasnya.
Situasi ini menjadi rumit karena hingga kini belum pernah ada negara yang mundur dari Piala Dunia setelah menyelesaikan fase kualifikasi sehingga belum ada preseden jelas mengenai mekanisme keputusan dalam kondisi seperti ini.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Didampingi Menteri ESDM dan Sekretaris Kabinet Bertolak ke Washington DC Bertemu Dengan Presiden Trump
Chadwick memperkirakan bahwa keputusan final mengenai status Iran kemungkinan akan diumumkan pada April mendatang setelah berbagai pertimbangan politik dan olahraga selesai dibahas.
“Orang mungkin membayangkan bahwa akhir April mungkin merupakan titik paling akhir di mana keputusan dapat dibuat, meskipun secara realistis keputusan tersebut perlu diambil lebih cepat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jika Iran benar-benar dikeluarkan dari turnamen maka pengumuman tersebut kemungkinan akan muncul lebih awal.