JCS menyarankan masyarakat untuk tidak menyentuh benda-benda tersebut dan segera melaporkannya ke pihak militer atau polisi terdekat.
JCS juga memperingatkan bahwa balon-balon tersebut mungkin membawa bahaya.
Baca Juga:
Persija Jakarta Resmi Datangkan Eks Timnas Korea Selatan Kwon Chang-hoon dengan Kontrak Dua Musim
Militer Korea Selatan mengirimkan tim untuk mengambil puing-puing tersebut, alih-alih menembak jatuh balon-balon itu, karena ada kemungkinan balon-balon tersebut berisi bahan kimia beracun yang tidak dapat diabaikan.
Meskipun sejauh ini belum ada laporan korban cedera, pemerintah Kota Seoul mengatakan pihaknya akan mengoperasikan pusat darurat 24 jam sehari untuk merespons benda-benda tersebut.
Pihak berwenang Korea Selatan menghimbau masyarakat untuk tidak menyentuh balon-balon yang dikirim oleh Korea Utara dan segera melaporkannya kepada polisi jika menemukannya.
Baca Juga:
Temuan Baru Peneliti Korea, Bikin Mobil Bensin Bisa Tamat!
Di sisi lain, Kantor berita Yonhap mengabarkan bahwa menurut informasi dari Kantor Kepresidenan, komite tetap Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Minggu sore.
Agenda pertemuan tersebut adalah membahas kemungkinan untuk melanjutkan penyiaran propaganda melalui pengeras suara di perbatasan Korea Utara sebagai respons atas insiden balon sampah.
Perlu diketahui bahwa Korea Selatan telah menghentikan penyebaran propaganda melintasi perbatasan sejak tahun 2018, setelah pertemuan puncak yang jarang terjadi antara pemimpin kedua negara, termasuk Kim Jong Un dari Korea Utara.