Korea Utara telah lama bersikeras bahwa mereka tidak akan menyerahkan persenjataan nuklirnya, menggambarkan jalur tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. Di sisi lain, pengamat internasional mencatat bahwa Korea Utara telah mengirimkan pasukan darat dan peluru artileri untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina demi imbalan bantuan teknologi militer dari Moskow.
Berdasarkan laporan dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), sembilan negara bersenjata nuklir-termasuk Rusia, AS, hingga Korea Utara-memiliki total 12.241 hulu ledak nuklir pada Januari 2025. Isu nuklir ini juga menjadi inti dari konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, di mana Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir meskipun Iran membantah sedang mengupayakan senjata atom.
Baca Juga:
Kim Jong Un Uji Coba Rudal Mematikan Baru, Korsel Sebut Provokasi
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.