Sebanyak 22 dari 27 negara anggota Uni Eropa juga mengirim surat terbuka yang menyerukan pembahasan darurat karena mengaku memiliki kekhawatiran serius terhadap perkembangan situasi di Ceuta.
Dalam surat tersebut, negara-negara anggota mengapresiasi kerja sama Spanyol dan Maroko dalam mempercepat pemulangan migran ilegal, sekaligus mendorong mobilisasi dukungan Uni Eropa guna memulihkan pengawasan perbatasan.
Baca Juga:
Kebakaran Hutan Dahsyat di Prancis dan Spanyol Paksa 267 Ribu Warga Mengungsi
Dalam surat terpisah kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Pedro Sánchez menyatakan pemerintahnya berhasil mengembalikan kendali perbatasan dan mencegah pergerakan migran menuju Eropa daratan dalam waktu kurang dari 48 jam.
Meski mengapresiasi dukungan sebagian besar negara anggota, Sánchez menyesalkan masih adanya pemerintah yang justru menyerang Spanyol.
"Uni Eropa tidak mampu menoleransi reaksi egois, memecah belah, dan melanggar hukum seperti ini," katanya.
Baca Juga:
Gila! Spanyol Sapu Bersih Gelar Piala Dunia 2026 dengan Rekor Tak Terkalahkan
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, mengatakan telah berkomunikasi dengan Sánchez dan menyatakan Inggris akan memberikan bantuan semaksimal mungkin.
Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, menyebut kondisi di Ceuta kini hampir sepenuhnya terkendali setelah sebagian besar migran meninggalkan wilayah tersebut.
"Hampir semua telah meninggalkan Ceuta. Situasinya hampir sepenuhnya berbalik," katanya.