Spanyol juga mulai membangun penghalang maritim guna mencegah masuknya migran ilegal lebih lanjut.
Sementara itu, dampak politik terus berkembang setelah Italia resmi menangguhkan sementara kerja sama Schengen dengan Spanyol selama satu bulan.
Baca Juga:
Kebakaran Hutan Dahsyat di Prancis dan Spanyol Paksa 267 Ribu Warga Mengungsi
Meloni menilai arus migrasi yang tidak terkendali merupakan ancaman terhadap keamanan nasional.
Sebagai respons, pemerintah Spanyol memanggil Duta Besar Italia di Madrid dan menegaskan mengharapkan solidaritas dari negara-negara Uni Eropa, bukan manuver politik.
Finlandia, Denmark, Prancis, hingga Portugal juga mulai mempertimbangkan atau memperketat pengawasan di perbatasan mereka dengan Spanyol.
Baca Juga:
Gila! Spanyol Sapu Bersih Gelar Piala Dunia 2026 dengan Rekor Tak Terkalahkan
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan Uni Eropa tidak dapat membiarkan siapa pun memasuki kawasan tersebut tanpa mematuhi aturan yang berlaku.
"Kita tidak dapat mengizinkan siapa pun datang ke Uni Eropa tanpa mematuhi aturan kita," katanya.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mendukung langkah Spanyol mencegah migran ilegal memasuki Eropa sekaligus mendesak Maroko segera menerima kembali para migran.