Dalam konteks ini, ditekankan dua hal. Pertama, agar semua warga sipil yang membutuhkan dapat memperoleh akses bantuan kemanusiaan.
“Saya meminta semua pihak untuk memasikan _safe passage_ kepada masyarakat sipil, terlebih adanya warga negara Indonesia di Ukraina dalam proses evakuasi,”ujarnya.
Baca Juga:
Gabung WAICO, Indonesia Ambil Bagian dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan Dunia
Mengakhiri pernyataan, Dubes Arrmanatha Nasir menyebut, konflik dan ketegangan tidak memberi manfaat untuk siapapun.
Untuk itu, Indonesia PBB mengajak anggota Majelis Umum PBB untuk fokus kepada upaya membawa perdamaian di Ukraina.
Pertemuan emergency special session Majelis Umum PBB kali ini, dilaksanakan atas permintaan yang didukung 11 negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB.
Baca Juga:
500 Orang Diduga Tewas, Dua Kapal pengungsi Rohingya Tenggelam di Myanmar
Menyadari sulit dicapainya konsensus di DK PBB, Indonesia berupaya menjembatani terciptanya resolusi konstruktif, dan tergabung dalam kelompok kecil perumus resolusi di Majelis Umum PBB terkait agresi di Ukraina. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.