Korban tersebut menjadi yang pertama diumumkan di kalangan personel AS sejak Washington melancarkan serangan besar-besaran ke Iran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).
Keberadaan kapal induk USS Abraham Lincoln sebelumnya terungkap melalui citra satelit yang memverifikasi posisinya di kawasan Laut Arab di tengah meningkatnya suhu politik kawasan.
Baca Juga:
Ledakan Dahsyat di Teheran, Ahmadinejad Gugur dalam Serangan Gabungan Israel-AS
Informasi tersebut mencuat bersamaan dengan agenda pertemuan pejabat Amerika Serikat dan Iran di Swiss pada Selasa (17/2/2026) dalam putaran kedua pembicaraan yang membahas program nuklir Teheran serta potensi pencabutan sanksi ekonomi.
Melansir BBC, USS Abraham Lincoln terpantau berada di perairan Laut Arab sekitar 150 mil atau 240 kilometer dari lepas pantai Oman.
Posisi kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz itu diperkirakan berjarak sekitar 700 kilometer dari wilayah Iran, menjadikannya salah satu aset militer AS terdekat dengan zona potensi konflik terbuka.
Baca Juga:
Ali Khamenei Tewas Digempur Serangan Udara AS-Israel, Iran Berkabung 40 Hari
Sebagai pemimpin gugus serang kapal induk atau carrier strike group, USS Abraham Lincoln beroperasi bersama tiga kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke dalam satu formasi tempur terpadu.
Secara keseluruhan, kapal induk tersebut membawa sekitar 90 pesawat tempur termasuk jet F-35 dan menampung sekitar 5.680 awak yang siap dikerahkan dalam berbagai skenario operasi militer.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.