Belden Brick sendiri telah menaikkan harga jual bata sebesar 4%. Meski demikian, perusahaan mengakui keuntungan yang diperoleh tetap mengalami tekanan akibat meningkatnya biaya operasional.
Jika tarif listrik terus mengalami kenaikan, banyak pabrik lokal diperkirakan akan mencapai batas kemampuan dalam melakukan efisiensi biaya maupun menaikkan harga produk.
Baca Juga:
Antisipasi Krisis Listrik Saat Kemarau, ALPERKLINAS Dorong PLN Pantau Seluruh PLTA
"Akan ada perusahaan-perusahaan yang berada di posisi sangat kritis," ujar Belden.
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi beban industri manufaktur.
Salah satunya melalui fasilitasi penandatanganan "ikrar perlindungan bagi pelanggan listrik" oleh perusahaan-perusahaan teknologi pada awal tahun ini, serta mendorong pembangunan lebih banyak pembangkit listrik di wilayah PJM yang pembiayaannya berasal dari perusahaan-perusahaan teknologi tersebut.
Baca Juga:
Wakapolda Jambi Kunjungi Polres Sarolangun, Tekankan Profesionalisme dan Respons Cepat Layanan Masyarakat
Di sisi lain, para pendukung industri data center berpendapat bahwa ekspansi AI justru mendorong investasi yang selama bertahun-tahun tertunda pada jaringan kelistrikan Amerika Serikat.
Mereka juga menilai kenaikan tarif listrik tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan data center, tetapi juga dipengaruhi oleh penutupan sejumlah pembangkit listrik dan terbatasnya kapasitas jaringan transmisi.
"Pertumbuhan data center 'membuat kita akhirnya harus bergulat dengan keputusan-keputusan sulit yang memang mau tidak mau harus kita hadapi'," ujar Aaron Tinjum, Wakil Presiden bidang Energi di Data Center Coalition, sebuah asosiasi industri.